School Contest oleh Radar Kediri kembali digelar. Kali ini temanya Colourful Life. Pembukaan Lomba School Contest oleh Radar Kediri digelar hari Kamis, 17 Maret 2011 dan diikuti oleh para peserta dari sekolah se eks-karesidenan Kediri. Serangkaian lomba akan dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut. Dan pesta finalnya, akan berlangsung pada hari Minggu, 20 Maret 2011. Acara ini disponsori oleh Honda, Flexy, Bank Jatim, Insumo Hotel, Primagama, Rumah Batik Suminar, Snowman, Universitas Muhammadiyah Malang, Temprina Jawa Pos, JP Books, ILP dan TX Travel.
Sambil menunggu acara pembukaan oleh Bapak Wakil Walikota, para peserta Lomba Perang Mading, tengah bersiap mengenakan kostum dan properti untuk mendukung kemeriahan madingnya. Sementara para peserta Lomba Jurnalis Blog dan Photographi sibuk meliput apa saja yang sedang disampaikan oleh pembawa acara.
Kemeriahan acara ini tidak hanya berlangsung sampai di situ saja, para peserta juga menampilkan berbagai macam kreasi dari sekolah masing-masing. Diantaranya, SMPN 1 Tanjung Anom menampilkan yel-yel dengan kostum yang barwarna-warni, sesuai dengan tema. Disusul dengan penampilan istimewa dari SMPN 1 Nganjuk yang menyanyikan lagu berjudul ‘Takkan Terganti’, yang dibawakan oleh dua siswa menggunakan petikan gitar. Para pendukungnya langsung menyambut penampilan ini dengan meriah.
Kemudian, acara yang dinantikan pun tiba. Yaitu pembukaan oleh Bapak Wakil Walikota yaitu Bapak Abdullah Abu Bakar, dan disaksikan pula oleh Bapak Maki Ali selaku Staf Ahli dan Keuangan Kota Kediri. Sebelumnya, para peserta dan tamu-tamu yang hadir diminta berdiri sejenak untuk menyanyikan ‘Lagu Padamu Negeri’ bersama-sama. Setelah itu dihibur dengan Tarian Saman oleh siswa-siswi dari MA Al-Huda Kediri, serta penampilan dari Get-C yaitu grup dance modern dari SMAN 7 Kediri.
Penampilan yel-yel dari SMPN 1 Tanjunganom dengan kostum berwarna-warni
Dilanjutkan dengan sedikit sambutan dari Bapak Wawali yang menyatakan kegembiraan dan kebanggaannya atas berlangsungnya event mendidik seperti ini. Dengan ucapan Basmallah, pembunyian sirine, dan penyemprotan busa oleh Pak Wawali, maka Lomba School Contest se eks-karesidenan Kediri telah resmi dibuka.
Acara kembali berlanjut dengan penampilan-penampilan menarik dari tiap sekolah. Kami, peserta Lomba Jurnalis Blog dari SMAN 1 Kediri, juga sempat mewawancarai Bapak Wakil Walikota tentang pendapatnya mengenai acara ini.
“Luar biasa, saya lihat anak-anak sangat apresiatif serta pandai berinovasi. Saya juga dulu adalah Alumnus dari SMA Negeri 1 Kediri,” ujar Bapak Maki Ali setelah mengetahui bahwa kami adalah siswa dari SMAN 1 Kediri.
Kami menannyakan pula tentang perbaikan-perbaikan yang dilakukan panitia pada lomba tahun ini dan tahun kemarin. Dan beliau menjawab, “Pada tahun ini persaingannya lebih ketat, karena diikuti oleh lebih banyak peserta. Dalam lomba ini juga yang dibutuhkan tidak hanya kepandaian edukatif, tapi juga kepandaian otak, kreasi, dan juga skill yang dibangun. Tanpa adanya lomba kreatifitas seperti ini, maka potensi tidak akan bisa digali.”
Pak Maki Ali juga berpendapat, bahwa acara ini juga membawa manfaat besar bagi sekolah-sekolah yang mengikutinya antara lain sebagai pembanding sekolahnya dengan sekolah lain apakah sudah termasuk sekolah yang mampu bersaing, dan juga untuk para siswanya agar lebih efisien lagi dalam memanfaatkan waktu.
Itulah beberapa hasil wawancara dengan Bapak Maki Ali. Tidak ketinggalan juga, saya sempat mewawancarai salah satu dari ke-18 finalis Putri Lingkungan yang bernama Dwi Agustina yang berasal dari SMKN 2 Kediri. Gadis cantik berkulit putih itu mengaku, bahwa motivasinya mengikuti lomba Putri Lingkungan ini karena dia ingin lebih mencintai lingkungannya, dan menjaga alam disekitarnya. Dan mengenai persaingan yang tejadi diantara yang lainnya, ia hanya menjawab dengan santai, “Semuanya yang ada disini saya anggap teman, tidak ada persaingan bagi saya. Tapi diantara yang baik pasti ada yang terbaik.” Perempuan berpostur mungil ini juga yakin akan kemampuannya dalam bernyanyi, yang akan dia tunjukkan pada malam Final, Minggu esok.
“Jika saya berhasil menjadi yang terbaik, hal yang pertama kali saya lakukan adalah mengajak teman-teman sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta melakukan reboisasi untuk mencegah Global Warming,” janjinya.
Setelah itu acara kembali berlangsung, kali ini perkenalan 18 Finalis Putri Lingkungan dan permintaan dukungan dari masing-masing peserta. Lalu, dilanjutkan dengan pertunjukkan Cheerleaders dari SMKN 2 Kediri, Tari Pendet dari SMAN 1 Nganjuk, dan dance modern dari SMAN 5 Kediri. Acara ditunda sebentar untuk kemudian dimulai lagi pada sore harinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar